Tanganku yang berapi-api
Diciumnya tanpa banyak pikir
Belum pernah aku menghidupkan sesuatu
Tapi di tanganku engkau tumbuh
Hu-hu-uh
Jika dia wujud yang indahnya
Perlak kotorku ada di sana
Belum pernah aku menghidupkan sesuatu
Tapi di pelukku engkau tumbuh
Uh-uh, du-hu-uh
Uh-uh
Sebuah bejana yang selalu menungguku mengisinya penuh
Entah dengan air, entah dengan tangis
Terkadang cairan yang terlanjur basi
Banyak waktu racun tapi diterima
Siapa pun, aku, kau tangan yang terbuka
Hu-hu-uh
Hu-hu-uh
Sempurna saat sedang mencoba
Menjadi semua yang kuminta
Belum pernah aku berusaha sebegitu
Tapi di tanganmu aku tumbuh
Ha-ah, ta-ah
Ha-ah
Sebuah bejana yang selalu menungguku mengisinya penuh
Entah dengan air, entah dengan tangis
Terkadang cairan yang terlanjur basi
Banyak waktu racun tapi diterima
Siapa pun, aku, kau tangan yang terbuka
Sembuhku untukku, untukmu, untuk kita
Sembuhku untukku, untukmu, untuk semua
Sembuhku untukku, untukmu, untuk kita
Sembuhku untukku, untukmu, untuk semua
Ah-ha-ah
Untuk aku
Untuk semua
Comments (0)